Bosan terus menerus membeli baju baru karena baju yang lama cepat belel? Atau warnanya pudar dan bahannya jadi melar? Mungkin ini akibat cara mencuci dan menyimpan yang salah. Agar baju terlihat senantiasa baru, ini triknya.
1. Jangan terlalu sering dicuci
Jika baju bersih hanya dipakai selama 2-3 jam dan tak terkena kotoran atau keringat, tak usah langsung dicuci. Gantung dan angin-anginkan saja. Proses pencucian dan pengeringan bisa mempengaruhi kualitas bahan pakaian.
2. Jangan pakai deterjen murahan
Deterjen murah memang membuat belanja bulanan jadi lebih hemat. Tapi budget belanja pakaian akan membengkak karena warna pakaian jadi cepat memudar. Berinvestasilah pada produk deterjen yang berkualitas. Atau gunakan cara natural: sebelum mencuci baju, rendam selama 10-15 menit di dalam bak berisi air yang sudah dicampur 2 sendok makan cuka. Ini berfungsi untuk menahan warna agar tak mudah luntur.
3. Pisahkan cucian
Ibu Anda mungkin sudah mengajari sejak dulu untuk memisahkan pakaian berwarna dengan pakaian putih. Namun akan lebih baik jika kita memisahkan cucian ke dalam 4 tipe:
- pakaian berwarna putih
- pakaian berwarna gelap (hitam, biru tua, coklat tua)
- pakaian berwarna cerah (pink, merah, kuning, dan warna-warna pelangi lainnya)
- pakaian lembut (yang harus dicuci dengan tangan seperti pakaian dalam, lingerie sutra, bikini, dan sebagainya)
4. Gunakan MSG untuk menghilangkan noda
Noda darah, minyak, minuman, dan makanan seringkali sulit dihilangkan dari pakaian. Trik untuk menghapusnya adalah dengan merendam pakaian di dalam air yang sudah dibubuhi satu sendok teh MSG alias vetsin. Setelah itu, cucilah seperti biasa.
5. Jangan bergantung pada mesin pengering
Meski memudahkan bagi kita, ada baiknya sesekali tinggalkan mesin pengering. Bahan pakaian yang dikeringkan secara alami akan lebih tahan lama dibanding yang selalu dimasukkan ke mesin pengering.
Evi Setyaningsih adalah seorang wanita sederhana yang senang berbagi pengalaman, catatan dari email, artikel-artikel menarik, mahasiswi Universitas Widya Mandala Surabaya jurusan Psikologi angkatan 2000.
Jumat, 22 Juli 2011
Empat Cara Agar Pakaian Selalu Terlihat Baru
Yang Membuat Wajah Kehilangan Kesegaran Alaminya
Pernahkah Anda terbangun dan melihat wajah Anda kusam, kuyu dan tampak letih? Ini adalah masalah yang dialami banyak orang. Mau tahu apa penyebabnya?
Seperti dikutip dari Sheknows, kesegaran alami wajah dapat hilang karena hal-hal berikut.
1. Kurang tidur
Waktu tidur yang kurang akan membuat kulit kekurangan nutrisi sebab ketika kita tidur, kulit menyerap nutrisinya secara maksimal. Jadi semakin sedikit waktu tidur Anda, maka nutrisi yang diserap kulit pun semakin berkurang. Alhasil, wajah akan tampak kuyu dan kering. Selain itu kurang tidur juga menimbulkan masalah lain seperti kantung mata yang bengkak dan menghitam.
2. Stres
Stres dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran seseorang. Secara fisik, stres dapat membuat aliran darah menjadi tidak lancar, sehingga nutrisi yang dibutuhkan kulit pun tidak tersebar merata. Alhasil kulit menjadi tidak sehat. Mengatasi stres bisa dengan melakukan banyak hal. Misalnya berolahraga, yoga, atau melepas penat dengan berlibur. Badan sehat, kulit pun menjadi cantik.
3. Diet tidak seimbang
Diet sembarangan akan membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Kulit pun tak mendapatkan nutrisi yang ia perlukan setiap hari. Alhasil kulit Anda menjadi tidak sehat. Untuk memenuhi nutrisi kulit, santaplah aneka sayuran dan buah berwarna cerah seperti hijau, merah dan oranye. Buah dan sayur tersebut mengandung banyak vitamin dan mineral untuk kulit. Kurangi menyantap garam dan makanan yang berlemak agar kulit terlihat cerah. Tak disarankan juga mengkonsumsi banyak kopi juga alkohol, karena dapat mengurangi kesehatan kulit yang alami.
Seperti dikutip dari Sheknows, kesegaran alami wajah dapat hilang karena hal-hal berikut.
1. Kurang tidur
Waktu tidur yang kurang akan membuat kulit kekurangan nutrisi sebab ketika kita tidur, kulit menyerap nutrisinya secara maksimal. Jadi semakin sedikit waktu tidur Anda, maka nutrisi yang diserap kulit pun semakin berkurang. Alhasil, wajah akan tampak kuyu dan kering. Selain itu kurang tidur juga menimbulkan masalah lain seperti kantung mata yang bengkak dan menghitam.
2. Stres
Stres dapat mempengaruhi tubuh dan pikiran seseorang. Secara fisik, stres dapat membuat aliran darah menjadi tidak lancar, sehingga nutrisi yang dibutuhkan kulit pun tidak tersebar merata. Alhasil kulit menjadi tidak sehat. Mengatasi stres bisa dengan melakukan banyak hal. Misalnya berolahraga, yoga, atau melepas penat dengan berlibur. Badan sehat, kulit pun menjadi cantik.
3. Diet tidak seimbang
Diet sembarangan akan membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi-nutrisi yang diperlukan. Kulit pun tak mendapatkan nutrisi yang ia perlukan setiap hari. Alhasil kulit Anda menjadi tidak sehat. Untuk memenuhi nutrisi kulit, santaplah aneka sayuran dan buah berwarna cerah seperti hijau, merah dan oranye. Buah dan sayur tersebut mengandung banyak vitamin dan mineral untuk kulit. Kurangi menyantap garam dan makanan yang berlemak agar kulit terlihat cerah. Tak disarankan juga mengkonsumsi banyak kopi juga alkohol, karena dapat mengurangi kesehatan kulit yang alami.
Selasa, 19 Juli 2011
Alasan Si Kecil Tak Mendengarkan Anda
Merasa frustrasi karena perkataan Anda sering kali diacuhkan oleh si kecil? Berikut ini beberapa alasan anak tak mau mendengarkan perkataan orangtuanya.
Helium memberikan beberapa alasan mengapa anak suka mengabaikan perkataan orangtuanya. Ini dia!
1. Menguji batasan kesabaran
Anak-anak ingin menilai sejauh mana orangtuanya bisa bersabar menghadapinya. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana batasannya dalam bertindak. Anak-anak sering kali membuat batasan sendiri tanpa harus mendapat instruksi dari Anda. Terkadang, caranya adalah dengan “membantah” orangtua.
2. Menilai siapa yang mengontrol
Tak jarang banyak anak-anak yang mencoba menjadi “si pengontrol” termasuk terhadap orangtua. Sekali saja mereka berhasil mengontrol Anda, maka mereka akan menggunakan cara yang sama untuk melakukannya lagi. Untuk itu Anda harus bersikap tegas. Jangan sampai anak Anda tumbuh di luar batasan nilai-nilai yang berlaku.
3. Fase pertumbuhan
Anak-anak, terutama ketika masa remaja, mengalami fase yang membuat mereka suka memberontak. Mereka seolah hidup di dunia sendiri dan seolah tak ada orang yang mengerti. Jangan biarkan fase ini membuat anak Anda makin tidak terkontrol. Anda harus banyak bicara dan mendekatkan diri padanya, dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dan sayang.
4. Kecerdasan
Terkadang bukan maksud anak membantah atau tidak menuruti kata Anda. Namun seringkali kecerdasan mereka menuntut Anda untuk memberi alasan yang logis dan bisa diterima. Untuk itu selalu berlaku jujur pada anak Anda. Jangan memberinya alasan-alasan yang kurang logis, karena hanya akan mendatangkan beragam pertanyaan lain yang membuat Anda kewalahan menjawabnya.
Misalnya, saat anak tak mau tidur, bujuklah dia. Katakan padanya jika tidurnya kurang, maka ia tak punya energi cukup untuk bermain esok hari. Memberi alasan yang menakut-nakuti anak, seperti diculik monster atau makhluk fiktif lainnya hanya akan membuatnya bingung dan bertanya-tanya.
Helium memberikan beberapa alasan mengapa anak suka mengabaikan perkataan orangtuanya. Ini dia!
1. Menguji batasan kesabaran
Anak-anak ingin menilai sejauh mana orangtuanya bisa bersabar menghadapinya. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana batasannya dalam bertindak. Anak-anak sering kali membuat batasan sendiri tanpa harus mendapat instruksi dari Anda. Terkadang, caranya adalah dengan “membantah” orangtua.
2. Menilai siapa yang mengontrol
Tak jarang banyak anak-anak yang mencoba menjadi “si pengontrol” termasuk terhadap orangtua. Sekali saja mereka berhasil mengontrol Anda, maka mereka akan menggunakan cara yang sama untuk melakukannya lagi. Untuk itu Anda harus bersikap tegas. Jangan sampai anak Anda tumbuh di luar batasan nilai-nilai yang berlaku.
3. Fase pertumbuhan
Anak-anak, terutama ketika masa remaja, mengalami fase yang membuat mereka suka memberontak. Mereka seolah hidup di dunia sendiri dan seolah tak ada orang yang mengerti. Jangan biarkan fase ini membuat anak Anda makin tidak terkontrol. Anda harus banyak bicara dan mendekatkan diri padanya, dan menunjukkan bahwa Anda benar-benar peduli dan sayang.
4. Kecerdasan
Terkadang bukan maksud anak membantah atau tidak menuruti kata Anda. Namun seringkali kecerdasan mereka menuntut Anda untuk memberi alasan yang logis dan bisa diterima. Untuk itu selalu berlaku jujur pada anak Anda. Jangan memberinya alasan-alasan yang kurang logis, karena hanya akan mendatangkan beragam pertanyaan lain yang membuat Anda kewalahan menjawabnya.
Misalnya, saat anak tak mau tidur, bujuklah dia. Katakan padanya jika tidurnya kurang, maka ia tak punya energi cukup untuk bermain esok hari. Memberi alasan yang menakut-nakuti anak, seperti diculik monster atau makhluk fiktif lainnya hanya akan membuatnya bingung dan bertanya-tanya.
Lebih Sehat Karena Bernyanyi
Tak hanya melepas penat, bernyanyi juga bisa membuat seseorang lebih sehat. Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan asal Universitas Harvard, Amerika Serikat.
Dikutip dari Genius Beauty, para peneliti melakukan penelitian terhadap pasien-pasien rumah sakit di Amerika Serikat. Dalam proses penyembuhannya, para pasien itu diminta untuk menghafalkan lagu, serta bernyanyi dengan jadwal yang teratur.
Penelitian itu membuktikan, mereka yang bernyanyi mengalami proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan pasien yang lain. Tak hanya itu, pasien-pasien yang rutin bernyanyi juga mengaku tak merasakan rasa sakit yang biasa mereka rasakan sebelum rutin bernyanyi.
Lebih lanjut para ahli menjelaskan apa yang terjadi saat manusia bernyanyi. Ternyata saat bernyanyi, tubuh mengalami peningkatan asupan oksigen, sehingga peredaran darah menjadi lancar. Tak hanya itu, pada saat bernyanyi otot dan syaraf manusia juga menjadi lebih santai dan mengendur. Hal itu yang menyebabkan rasa sakit hilang dan seseorang menjadi lebih sehat.
Yuk bernyanyi!
Dikutip dari Genius Beauty, para peneliti melakukan penelitian terhadap pasien-pasien rumah sakit di Amerika Serikat. Dalam proses penyembuhannya, para pasien itu diminta untuk menghafalkan lagu, serta bernyanyi dengan jadwal yang teratur.
Penelitian itu membuktikan, mereka yang bernyanyi mengalami proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan pasien yang lain. Tak hanya itu, pasien-pasien yang rutin bernyanyi juga mengaku tak merasakan rasa sakit yang biasa mereka rasakan sebelum rutin bernyanyi.
Lebih lanjut para ahli menjelaskan apa yang terjadi saat manusia bernyanyi. Ternyata saat bernyanyi, tubuh mengalami peningkatan asupan oksigen, sehingga peredaran darah menjadi lancar. Tak hanya itu, pada saat bernyanyi otot dan syaraf manusia juga menjadi lebih santai dan mengendur. Hal itu yang menyebabkan rasa sakit hilang dan seseorang menjadi lebih sehat.
Yuk bernyanyi!
Minggu, 17 Juli 2011
Berbicara VS Membentak
Walau sama-sama disebut sebagai 'cara berkomunikasi', namun membentak dan berbicara memiliki hasil yang sangat berbeda.
Seberapa sering Anda menggunakan cara membentak dalam berkomunikasi dengan pasangan atau keluarga. Pernahkan Anda mengukur efektifitas cara tersebut? Dikutip dari Suite101, dijelaskan perbedaan mendasar dari berbicara dan membentak.
Berbicara adalah cara paling mudah bagi seseorang untuk menyampaikan pikirannya dan perasaannya secara langsung terhadap orang lain. Untuk itu dalam sebuah hubungan, intensitas berbicara sangatlah penting. Hal ini dapat membuat hubungan semakin dekat.
Namun dalam kondisi emosi yang tidak menentu, seseorang sering menaikkan nada bicara dan volume suaranya. Berbicara berubah bentuk menjadi membentak. Padahal berbicara dan membentak sama sekali berbeda.
Membentak adalah cara seseorang mengungkapkan emosinya yang hanya sesaat. Tanpa berpikir panjang dan dengan hati dan kepala yang panas, bentakan itu keluar. Sayangnya, sebuah bentakan tak akan menyelesaikan masalah. Biasanya, pihak yang dibentak juga menjadi defensif dan tidak bisa menerima dengan baik bentuk komunikasi yang disampaikan. Sehingga pesan yang ingin disampaikan tak bisa diterima dengan baik. Komunikasi pun menjadi kacau serta tidak lancar.
Saling membentak juga memancing seseorang mengatakan hal-hal yang disesalinya kemudian. Sayangnya terkadang rasa penyesalan sudah terlambat, karena bentakan itu terlanjur melukai hati lawan bicara.
Untuk itu ada baiknya untuk memilih cara berkomunikasi yang paling tepat. Ingat, berbicara bukanlah membentak. Sebaiknya redam emosi Anda dan berbicaralah dengan pikiran yang dingin. maka semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. Selamat berbahagia!
Seberapa sering Anda menggunakan cara membentak dalam berkomunikasi dengan pasangan atau keluarga. Pernahkan Anda mengukur efektifitas cara tersebut? Dikutip dari Suite101, dijelaskan perbedaan mendasar dari berbicara dan membentak.
Berbicara adalah cara paling mudah bagi seseorang untuk menyampaikan pikirannya dan perasaannya secara langsung terhadap orang lain. Untuk itu dalam sebuah hubungan, intensitas berbicara sangatlah penting. Hal ini dapat membuat hubungan semakin dekat.
Namun dalam kondisi emosi yang tidak menentu, seseorang sering menaikkan nada bicara dan volume suaranya. Berbicara berubah bentuk menjadi membentak. Padahal berbicara dan membentak sama sekali berbeda.
Membentak adalah cara seseorang mengungkapkan emosinya yang hanya sesaat. Tanpa berpikir panjang dan dengan hati dan kepala yang panas, bentakan itu keluar. Sayangnya, sebuah bentakan tak akan menyelesaikan masalah. Biasanya, pihak yang dibentak juga menjadi defensif dan tidak bisa menerima dengan baik bentuk komunikasi yang disampaikan. Sehingga pesan yang ingin disampaikan tak bisa diterima dengan baik. Komunikasi pun menjadi kacau serta tidak lancar.
Saling membentak juga memancing seseorang mengatakan hal-hal yang disesalinya kemudian. Sayangnya terkadang rasa penyesalan sudah terlambat, karena bentakan itu terlanjur melukai hati lawan bicara.
Untuk itu ada baiknya untuk memilih cara berkomunikasi yang paling tepat. Ingat, berbicara bukanlah membentak. Sebaiknya redam emosi Anda dan berbicaralah dengan pikiran yang dingin. maka semua masalah dapat diselesaikan dengan baik. Selamat berbahagia!
Langganan:
Postingan (Atom)